Sahabat?
Oleh: Yamin Setiawan
Ditengah hujan gerimis
Dengan wajah yang meringis
Dan hati teriris
Kumenahan tangis
Sahabat yang dulunya manis
Ternyata sadis
Dan sangat bengis
Layaknya pengemis
Dulunya aku optimis
Sekarang menjadi pesimis
Hatiku jadi sinis
Dengan sahabat manis
Sambil berbaris
Lurus seperti penggaris
Kucabut keris
Kuberteriak "Tak ada sahabat manis"
01 November 2007
Reviews:
***** [Peb 01, 2009] by Nuroh
Gooooooooooodddd.
***** [Jul 16, 2008] by Anisa
Asw. Pak Yamin, ketika seseorang membuat kita merasa menjadi seorang yang tak layak untuk di hormati, maka disitulah kedhoifan kita sebagai hamba yang paling hina di mata Tuhan, saat kita memaafkan kesalahan orang lain, itukah titik dimana kita menjadi mulia dimata-NYA.
**** [Nov 26, 2007] by Xiaomin
Ih! Rasae ngeri buanget baca puisimu kali ini. Saat pertama kali baca puisi yang kamu tunjukan ini, aku kaget dan ngeri bok, karena didalamnya terasa sekali marah dan kecewamu pada sang sahabat, seandainya aku adalah dia, dan di dunia ini masih ada bumi lain selain bumi yang sedang kita tempati saat ini, aku bakalan cepet2 pindah, daripada jadi sasaran kerismu, bener gak pak? he he he. Dan yang pasti puisimu kali ini bener2 beda dengan puisi2mu yang lain pak. Salut deh! Oh yah aku gak berani kasih excellent, ntar kamu beneren cabut kerismu. :)