ABOUT - ALBUM - POEMS - WRITING - TESTS - JOURNAL - WEBSITE - CONTACT  
 


Mantan Dosen
Oleh: Yamin Setiawan

Beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan ke THR Mall (di Surabaya) dengan salah seorang teman, yah.. cuci matalah sekalian mencari depot untuk mengisi perut yang dari tadi berkeroncongan minta diisi. Kami melewati beberapa toko komputer yang salah satu pemiliknya adalah teman kami waktu kuliah. Orangnya keren, rapi dan necis seperti biasanya. Awalnya kami ingin masuk untuk menyapa, tapi kelihatannya ia sibuk banget dengan customernya, kami urungkan niat kami. Masih terdengar dia berbicara ramah pada customer-nya.

Teringat masa-masa nostalgia dulu, waktu masih kuliah. Angkatan kami termasuk angkatan yang kompak, pergi nonton berombongan, 3 baris kursi di bioskop kami kuasai. Main tarik tambang sering menang, teman-teman yang tidak ikut tarik tambang ikut andil memberi semangat pada waktu pertandingan, apalagi salah satu teman kami adalah jagoan kelas berat, bagaimana mungkin bisa tidak menang... :) Waktu liburan, kamipun sering pergi nginap bersama-sama di luar kota. Kami sering membuat bermacam-macam acara di villa. Salah satu teman kita yang buka toko di THR Mall adalah seorang yang supel, dia mengajari teman-temannya dansa. Wah menyenangkan sekali waktu itu.

Teman kami, pemilik salah satu toko komputer di THR Mall itu adalah seorang yang pintar, dia pernah menjadi dosen. Karena dia memang pintar dan karena saya termasuk mahasiswa yang bodoh, sering ketinggalan, sehingga saya pernah ambil mata kuliah yang dia pegang, waktu itu saya ikut dengan adik kelas. Adik-adik kelas waktu itu sangat tidak menyukai teman saya itu, katanya galaklah, jarang masuklah, tidak disiplinlah.. wah macam-macam yang saya dengar. Mereka akhirnya minta penggantian dosen, mereka minta dosen yang malah saya anggap dosen yang sombong, yang kalau saya sapa tidak pernah dibalas, cuek.

Dari semua peristiwa itu saya mulai berpikir, kenapa seseorang kelihatan bisa mempunyai banyak karakter yang dilihat oleh bermacam-macam situasi?
Menurut teori peranan (Role Theory), peranan adalah sekumpulan tingkah laku yang dihubungkan dengan suatu posisi tertentu (Sarbin & Allen, 1968; Biddle & Thomas, 1966). Menurut teori ini, peranan yang berbeda membuat jenis tingkah laku yang berbeda pula. Tetapi apa yang membuat tingkah laku itu sesuai dalam suatu situasi dan tidak sesuai dalam situasi lain relatif independent (bebas) pada seseorang yang menjalankan peranan tersebut. Jadi tiap orang mempunyai peran pada masing-masing situasi, dia akan berbeda bila menjadi ayah, berbeda lagi bila menjadi anak, jadi bos, dll. Teman saya itupun mempunyai perannya sendiri, dia akan berperan sebagai seorang teman yang supel bila berkumpul dengan teman-temannya, dia akan berperan sebagai dosen yang galak bila mengajar, dia akan berperan sebagai penjual yang ramah bila berada di tokonya, dia akan berperan sebagai ayah dan suami yang baik bila berada dirumahnya, dst. Demikian pula dengan dosen yang saya anggap sombong tersebut, dia memiliki peranannya sendiri pula. Dia mempunyai peranan yang bermacam-macam, dia akan berperan lain bila dirumah, sebagai dosen yang bertemu dengan mahasiswa yang pintar maupun bodoh dia akan mempunyai peranan yang berbeda pula.

Kenapa adik-adik kelas saya meminta penggantian dosen?
Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory) menyatakan bahwa rasa suka kita kepada orang lain didasarkan pada penilaian kita terhadap kerugian dan keuntungan yang diberikan seseorang pada kita. Kita menyukai seseorang bila kita mempersepsi bahwa interaksi kita dengan orang itu bersifat menguntungkan - yaitu bila ganjaran yang kita peroleh dari hubungan itu lebih besar daripada kerugiannya. Dalam penilaian itu, kita juga akan mengadakan perbandingan, menilai keuntungan yang kita peroleh dari seseorang dibanding keuntungan yang kita peroleh dari orang lain. Disini kita melihat bahwa adik-adik kelas merasa dirugikan, mereka merasa sudah membayar uang kuliah, tapi beberapa kali teman saya tidak dapat hadir untuk mengajar (kalau tidak salah karena sakit), maka terjadilah yang namanya demo minta pergantian dosen.

Wah, jadi nostalgia nih... :-D

14 September 2004


Reviews:
**** [Jan 03, 2009] by Nuzulul Arifin
Oui, c'est lavie. Ya, demikianlah kehidupan. Begitu kata para filsuf perancis. Berganti peran, adalah suatu hal yang biasa. Sebab tujuan hidup setiap individu pasti berbeda. Sehat selalu. And.. cepatan ya.

 
Copyright © 2006 Yamin Setiawan