ABOUT - ALBUM - POEMS - WRITING - TESTS - JOURNAL - WEBSITE - CONTACT  
 


Delaila Kompleks?
Oleh: Yamin Setiawan

Tahun 1999 aku sempat ke Sydney, Australia, rencananya sih belajar bahasa Inggris dulu sambil kerja ngumpulin duit untuk kuliah MBA. Tapi sayang sih, Inggris belum menguasai, duit belum terkumpul, tapi sudah disuruh pulang karena papa waktu itu sedang sakit. Untung juga sih, karena kalau nggak, aku bakal menyesal setengah mati deh, soalnya 3 bulan setelah pulang, papa-ku meninggal dunia.. :(

Waktu di Sydney aku sempat akrab dengan salah satu kenalan yang berasal dari Indo juga, kami disana saling bantu, maklumlah kehidupan keras diluar batang membuat orang yang sesama Indo menjadi sangat akrab. Setelah lama kumpul, suatu saat dia bilang berharap agar aku mau menikahinya, katanya dia belum cinta tapi dia suka akan sifat-ku, cinta bisa dipupuk katanya. Wow, terkejut juga aku waktu itu. Dia cukup cantik, tapi aku nggak tahu kenapa aku tidak tertarik. Karena pada waktu itu aku orang yang pasif / permisif, aku tidak berani untuk langsung menolaknya, aku hanya bilang, "kita lihat aja nanti ya".

Setelah kejadian itu, terus terang membuat aku sangat tidak nyaman, rasanya apapun yang aku lakukan selalu salah, bercanda seperti biasanya dengan teman-temannyapun membuat dia ngomel dan marah ke aku.

Pernah waktu dia pulang ke Indo, dan saat akan kembali ke Sydney papa-ku nitip sesuatu untuk aku lewat dia. Waktu dia menyampaikan titipan papa-ku, dia ngomel ke aku karena papa-ku memanggilnya cik, katanya tidak pantas papa-ku memanggil dia yang muda dengan panggilan cik. Pada saat itu aku jengkel banget, koq aku diomelin? Aku sih ngerti, papa-ku memanggil dia cik karena, pertama papa-ku belum mengenal baik dengan dia sebagai temanku, kedua dia menghormati temanku makanya papa-ku memanggil dengan sebutan cik.

Pada saat aku tidak tahan, aku mengajak dia berbicara. Aku bilang, "Setelah kejadian kamu bilang agar aku mau menikah dengan kamu, terus terang aku sangat tertekan, semua yang aku lakukan selalu kamu anggap salah, selalu kamu omelin, semua yang aku lakukan selalu kamu setir, hubungan kita sebagai teman jadi tidak sehat, kamu anggap apa hubungan kita selama ini? Akupun tidak pernah bilang akan menikahi kamu, dan selama ini, sampai sekarang, pernahkah aku menunjukkan sikap berlebihan pada kamu? Pernahkah aku memeluk kamu, mencium kamu dan melakukan hal yang lebih layaknya pasangan kekasih? Aku tidak pernah menganggap kamu lebih dari seorang teman".

Dia kaget waktu itu, "Aku mengira waktu itu kamu menjawab iya, makanya aku ingin kamu melakukan hal yang selalu benar, tidak bercanda seenaknya, dll".

Setelah kejadian itu hubungan kami mulai renggang, sangat disayangkan sih persahabatan tidak bisa seperti dulu lagi, tapi gimana lagi? Lagipula aku mulai sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan-kegiatanku sendiri.

_______________________

Penginderaan yang disebut juga proses sensori meliputi:

  1. Penglihatan
  2. Pendengaran
  3. Penciuman
  4. Pengecapan
  5. Somesthasi (sakit/nyeri, lapar/haus, tekanan/desakan, gatal, taktil/rabaan)
  6. Kinesthesi (berat/ringan, gerakan tak melihat, tahu posisi anggota tubuh dalam gelap, menyadari anggota tubuh kiri dan kanan sebagai satu kesatuan)
Hasil penginderaan dapat berupa:
  1. Sensasi / kesan (bayi yang baru pertama kali melihat daun belum bisa mengatakan bentuk, warna, jenis, dll tentang daun tersebut)
  2. Persepsi (anak yang sudah beberapa kali melihat daun bisa mengatakan dengan detail tentang daun karena didalam memori-nya sudah tersimpan konsep tentang daun tersebut -> sensasi + isi memori)
  3. Assosiasi (pepaya di asosiasi-kan sebagai buah dada, dll -> persepsi + isi memori dan persepsi lain)
Dalam hal diatas, mungkin papa-ku mengasosiasikan bahwa panggilan "cik" adalah sebutan untuk orang yang dia hormati, sedangkan temanku mempersepsikan bahwa sebutan "cik" adalah sebutan seorang adik pada kakaknya sehingga dia marah dan dilampiaskan padaku.

Aspek perasaan terdiri dari:

  • Instinktif (dibawa manusia sejak lahir) yang disebut emosi
  • Dibentuk dari lingkungan
Ada 6 macam emosi manusia, yaitu:
  1. Cinta
  2. Bahagia
  3. Marah
  4. Takut/cemas
  5. Sedih
  6. Jijik
Cinta adalah suatu perasaan sayang, ingin memiliki, takut kehilangan, ingin selalu dekat. Perasaan yang potensial ini muncul karena:
  • Suatu anugerah dari yang maha kuasa (ini bisa hilang)
  • Karena adanya perasaan simpati
Simpati sendiri merupakan salah satu bagian aspek perasaan yang dibentuk dari lingkungan. Simpati adalah perasaan tertarik atau kagum kepada orang lain, hal ini terjadi karena menemukan orang yang merupakan ego ideal-nya, yaitu gambaran tentang hal-hal yang baik dari orang tersebut, baik berupa kepribadiannya, fisiknya, nilai, kebiasaan hidup, karir, ekonomi, dll. Mungkin aku memiliki ciri-ciri yang merupakan ego ideal dari temanku sehingga dia ingin agar aku menikahinya. Sedangkan dia bukan bagian dari ego ideal-ku sehingga tidak akan membentuk perasaan simpati walaupun dia cukup cantik bagi yang melihatnya.

Demikian pula dengan antipati, yang merupakan bagian aspek perasaan yang dibentuk oleh lingkungan. Antipati adalah perasaan benci atau tidak suka kepada seseorang. Perasaan ini timbul karena bertemu dengan orang yang mempunyai ciri-ciri yang sesuai dengan concience-nya. Concience adalah gambaran hal-hal yang jelek menurut diri orang tersebut.

Ego ideal maupun concience setiap orang berbeda walaupun saudara kembar, karena ego ideal dan concience dibentuk oleh lingkungan, baik pengaruh didikan orang tua, media yang dibaca maupun yang ditonton, pengaruh teman, dll. Ego ideal dan concience bisa berubah. Kadang ada orang yang tidak suka pada seseorang tapi setelah kumpul dan melihat bahwa orang tersebut humoris, pintar, dll yang merupakan ego ideal-nya maka rasa simpati mulai muncul. Dari simpati kadang akan timbul yang namanya cinta. Tapi cinta sendiri bisa timbul karena anugerah dari yang maha kuasa, kadang banyak orang yang heran melihat cewek cantik tapi koq pasangannya jelek banget, ya itulah anugerah dari yang atas... :)

Menurut Karen Horney, kepribadian individu dipengaruhi oleh perlakuan dan sikap lingkungan terhadapnya. Perlakuan yang tidak proporsional atau yang tidak baik antara anak dengan lingkungannya yang menyebabkan anxiety (kecemasan) merupakan sumber dari gangguan kepribadian yang disebut kompleks. Salah satu kompleks yang dimaksud adalah delaila kompleks. Delaila kompleks adalah seorang wanita yang mengeksploitasi pria sedemikian rupa (baik perhatian, waktu, tenaga, keuangan maupun seksual) dan mempunyai sikap posesif, sang pria adalah miliknya seorang, bukan milik keluarga maupun teman-temannya, pencemburu yang tidak masuk akal, selalu mengontrol aktivitasnya, dsb. Biasanya wanita ini awal-awalnya dengan menggunakan berbagai macam cara merayu habis-habisan sampai betul-betul si pria jatuh hati dan bertekuk lutut kepadanya, selanjutnya mulailah mengeksploitasinya. Hal ini terjadi karena pada saat masih kecil dia melihat dengan mata kepala sendiri adanya perlakuan kurang baik pria kepada wanita.

05 Juli 2007


Reviews:
 
Copyright © 2006 Yamin Setiawan